Sejak munculnya game klasik, seperti Snake pada handphone Nokia, kita tahu bahwa keberadaannya sangatlah menarik minat banyak orang, seiring dengan perkembangan game pada sebuah handphone, beberapa vendor pun mulai menyuntikkan game pada handphone yang mereka luncurkan.
Sebuah catatan tambahan membuktikan bahwa JAVA game bukanlah sekedar game yang tak bermutu, sebuah produsen game besar seperti Gameloft dan Electronic Arts juga sudah banyak membuat game-game pada platform JAVA ini. Semoga info ini bermanfaat buat semuanya. Gbu Tahap ini berkembang sampai adanya pembuat-pembuat game yang mulai berkreasi untuk platform JAVA atau pada saat itu kita kenal dengan JAVA MIDP 1.0 pada jenis-jenis handphone berwarna pertama sampai pada generasi Nokia N-Gage. Tujuan dari game-game ini adalah untuk mengisi waktu luang kita, jadi kebanyakan jenis gamenya bersifat fun dan menghibur. Seiring dengan perkembangan dunia game pada konsul-konsul game seperti Play Station dan handheld seperti Game Boy, game JAVA pun seakan tak mau kalah. Mereka mulai membuat game dengan berbagai macam genre yang populer seperti racing, RPG, adventure, sport, juga Real Time Strategy, dan semuanya ini dikembangkan dalam platform yang baru yaitu JAVA MIDP 2.0 yang mana sangat banyak bisa kita temui handphone yang sudah berplatform JAVA 2.0 ini. Hanya saja ada kelemahan yg cukup tampak diluar segi grafis yang sudah mendekati taraf game pada handheld, yaitu dari sound yang ada. Pada game-game konsul maupun handheld mereka menggunakan penggabungan sound+fx yang mana sound merupakan suara musik yang melatari sebuah permainan dan fx adalah suara efek-efek seperti suara mesin mobil atau tembakan senjata. Fx inilah yang sampai sekarang masih belum banyak kita temui di game-game JAVA. Tapi diluar semuanya itu selera tetap kembali pada tiap orang. Banyak orang memainkan game JAVA karena kepraktisannya yang terletak dalam 1 device yang sekarang hampir digunakan oleh semua orang yaitu handphone, tapi banyak juga yang tidak menyukainya karena layar handphone yang kecil dan kontrol game yang merepotkan dengan menggunakan keypad handphone. Jadi dengan perkembangannya yang begitu pesat pastinya akan mampu bersaing, dan 1 hal yang perlu kita ingat adalah game JAVA punya pangsa pasar tersendiri.
June 27, 2009
Java Games layakkah bersaing?
1 Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Mutu games Java = dua problem
Satu : gerakan kurang smooth meskipun di hape dengan processor mendekati 400 Mhz – judul serupa terlihat jauh lebih mulus di PDA kuno dengan kecepatan 400 Mhz (PalmOS, Pocketpc, dsb).
Dua : ukuran font seringkali super kecil, mungkin karena dibuat bisa jalan di berbagai ukuran layar dan berbagai resolusi, jadinya tidak optimal untuk hape tertentu. Contoh Banyak games Java di Nokia 5800 tidak terbaca tulisannya meskipun pakai kaca pembesar.
Comment by myjojofan — June 28, 2009 @ 10:38 pm |